PKB yang merupakan partai bentukan dari NU tidak diragukan lagi mempunyai dukungan yang luar biasa dari seantero negeri. Pada pemilu 2004 kenyataan telah membuktikannya. Namun ada sesuatu konflik yang sangat mengherankan yang terjadi akhir-akhir ini.

Pendiri PKB yaitu Gus Dur secara mengejutkan memecat Muhaimin Iskandar dari kursi ketua tanfidz PKB. Sedangkan Muhaimin Iskandar tidak menerima dirinya di pecat dari kursi ketua. Sehingga sejak saat itu terbentuklah dua kubu PKB yang masing-masing bepihak pada pimpinannya, yaitu PKB kubu Gus Dur dan PKB kubu Muhaimin.


Puncak ketegangan yang tiada akhir di tubuh PKB yaitu masing kubu-kubu mengadakan MLB(Munas Luar Biasa) dengan membentuk kepengurusan masing-masing. Dan setelah MLB diselenggarakan dengan kepengurusan baru, masing-masing kubu mendaftarkan ke KPU untuk verifikasi pemilu 2009.

MLB tidak mengakhiri konfilik di tubuh PKB. Dan yang paling mengherankan adalah tidak ada niat baik dari masing-masing kubu untuk saling islah. Sungguh sesuatu yang tidak pantas dilakukan oleh para tokoh yang notabene para kader NU, dimana ada para ulama sebagai penasihat dan para santri sebagai pendukung, mereka-mereka adalah harusnya memberi tauladan bagi para pengikutnya. Jangan, membuat rakyat menjadi tambah bingung melihat tingkah laku Bapak-Bapak semua di atas.

Saya yang notabene dibesarkan dalam lingkungan NU, priharin melihat konflik ini terjadi tiada akhir. Berdamailah para elite PKB demi nama baik NU dan Islam itu sendiri.