Chevron, MIGAS, dan BBM
Sosial Juli 15th, 2008Hari ini baru aku tahu apa itu perusahaan Chevron, alamat kantor nya, bagaimana megahnya gedung Main Office di Balikpapan dan besarnya gaji dan berbagai fasilitas yang diberikan. Tidak heran banyak orang mengidam-idamkan untuk bisa bekerja di sana.
Chevron yang notabene perusahaan yang bergerak dalam pengolahan MIGAS, menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam indonesia masih produktif sampai sekarang. Sayangnya tidak 100% hasil bumi kita dapat dinikmati oleh bangsa sendiri. Malahan mungkin lebih banyak yang dikirim keluar.
Makanya aneh, ketika harga minyak dunia melambung tinggi sampai lebih dari $120 per barel, Indonesia yang kaya akan minyak bumi justru kelabakan dan terus menerus menaikan harga BBM. Padahal seharusnya Indonesia bisa menikmati keuntungan yang lebih jika mampu mengoptimalkan hasil kekayaan minyak bumi kita.
Andai semua sumur-sumur minyak itu di olah dan di kelola oleh putera-putera terbaik bangsa ini, mungkinkah BBM tidak setinggi harga sekarang?



Juli 15th, 2008 at 8:37 am
Dengan Teknolog EOR (Enhanched Oil Recovery) fungsi sumur2 minyak yg non produktif bisa di aktifkan lagi walau tidak maksimal akan tetapi lebih murah daripada kita membor sumur baru yg kemungkinan mendapatkan minyaknya kecil. Belum faktor alam yg memungkinkan hidrokarbon migrasi.
Yang Menjadi masalah sekarang kalo tidak membuat sumur baru pejabat yg diatas gak dapat uang proyek hehehehehehe. Pantesan gak maju-maju industri MIGAS kita.
Salam
Collector.
Juli 15th, 2008 at 8:47 am
Wah, ternyata “collector” nich tahu banget soal teknologi pengolahan minyak bumi. Kalau gitu, ayo dong bangkit generasi muda di bidang Perminyakan untuk menggali potensi minyak kita sebaik-baiknya.